Auto rejection 10% dan Buy Back Membuat IHSG Terangkat

Stochastic Menunjukan sinyal buy pada IHSG

Rupanya BEI cukup jeli membuat Auto rejection 10%, secara psikologis angka 10% ini tidak membuat panik pelaku pasar jika saham anjlok, dan ternyata walau hampir semua saham bluechips terkena auto rejection minus 10% beberapa saat setelah pembukaan, namun pada perdagangan sesi ke dua bisa bangkit bahkan ada yang auto rejection karena sudah plus 10%. Buy back yang dilakuan BUMN juga bukan main main, terlihat buy back dilakukan secara serius guna menyelamatkan IHSG.

Saham saham yang unjuk gigi dimana saat pembukaan anjlok cukup dalam dan kemudian bisa terangkat sampai terkena auto rejection adalah WIKA, PTBA, ANTM, ISAT, PGAS, untuk SMGR sejak dibuka sudah melaju dengan mulus. Demikian pula untuk INKP walau awalnya tertekan pada sesi kedua menunjukan kenaikan luar biasa, untuk grup Ciputra semuanya kena auto rejection positip yakni CTRS,CTRP, CTRA.

Bisa dibilang hajatan pembukaan bursa hari ini dibilang cukup sukses, didukung mayoritas saham regional juga bangkit kembali. Besok kelihatannya saham saham buy back masih akan melanjutkan kenaikannya, PTBA menyiapkan buy back Rp 1 Triliun , begitu juga ANTM dan WIKA masih akan melakukan buy back walau dananya tidak sebesar PTBA.

Untuk perdagangan besok kelihatannya masih melanjutkan rebound , ada kecendrungan harga ditarik terlebih dahulu kebawah sebelum diangkat, atau jika diangkat kemudian ditarik turun lalu dinaikan kembali, strategi ini tentunya dilakukan karena memanfaatkan autorejection yang kisarannya sempit, bisa dibayangkan jika dijatuhkan lalu dinaikan kembali kan sama juga ada range 20% ya gak? Atau jika melihat situasi sudah tidak menguatirkan kenapa gak dibuka aja sih autorejection seperti biasanya 35%, dengan demikian range nya lebih leluasa untuk trading. Cermati bursa Amerika ya, saat tulisan ini dibuat bursa Eropa menunjukan rebound sangat kuat. Selamat berburu saham saham BUMN.

It is hard to fail, but it is worse never to have tried to succeed. Theodore Roosevelt

0 comments:

Post a Comment