Analisa IHSG - Koreksi itu sesuatu yang wajar
Bursa Regional Asia ditutup merah dan tidak luput IHSG ditutup -1,8% menjadi 1857. Apa penyebab kemerosotan IHSG disamping efek dari bursa regional yang ditutup merah juga? Katanya sih gara gara uji coba Nuklir di Korea Utara, ada ada aja ya para trader ber asumsi.
Menurut saya pribadi koreksi adalah sesuatu yang wajar dan menjelang masuk ke 1900 -2000 lebih baik terjadi koreksi sehingga tidak terjadi Bubble yang akhirya meletus dan IHSG terhempas lebih dalam lagi, dan menurut saya pribadi trend IHSG tetap Bullish walau terjadi koreksi saat ini.
Masalah yang kita hadapi adalah tidak siapnya kita membuang barang saat terjadinya downtrend sesaat ini, sebagai contoh KIJA, DGIG yang di analisa tidak luput terkoreksi cukup dalam, tetapi ingat ini jika dilihat dari analisa secara mikro, tetapi jika anda melihat analisa secara makro apa yang terjadi pada kedua saham tersebut masih bisa di tolerir.
Kesalahan fatal para trader adalah menggunakan ilmu feeling analysis dan berharap harap di akhir sesi terjadi penarikan keatas, tetapi nyatanya longsor kebawah,jujur saja kadang saya juga begitu lho.....
Amannya sih jika melihat Reversal Candlestick berupa candlestick merah,maka ini merupakan konfirmasi akan terjadi reversal , oleh karena itu tidak ada salahnya kita buang barang dan menunggu sampai terjadi pembalikan arah naik lagi.
Ingat seperti yang sering saya katakan, pasar jauh lebih pintar dari siapapun, jadi lebih baik kita bereaksi terlebih dahulu sebelum terjadi aksi yang lebih besar.
Tulisan ini bukan untuk menggurui , karena sayapun tetap masih belajar dan nanti saat workshop kita akan sharing bersama untuk menambah pengetahuan dan disamping itu kita saling bersilaturahmi tentunya.
Jangan kuatir masih ada hari esok, dan prasangka baik terhadap IHSG lebih baik daripada rasa takut berlebihan. Jika kita kegendutan kan harus diet biar larinya bisa lebih kencang dan sehat.
Ingat sejarah selalu kembali jadi cepat atau lambat saham saham yang terkoreksi akan bangkit lagi.

0 comments:
Post a Comment