Kapan Jual?

Share cara analisa

Menjawab salah satu pertanyaan pembaca soal kapan selayaknya dijual? Mari kita tengok salah satu analisa saham ITMG yang ditanyakan oleh ibu Inge dia ini ambil di harga 10.550 seperti yang dikatakan di shoutbox.

Kekeliruan awal adalah mengambil harga tanpa melihat harga yang tertinggi, saya melihat harga tertinggi Rp 10.000,- jadi jika minta di 10.550 ya pasti di kasilah.

Kekeliruan ini sering terjadi saat relly dan kita berpikir ambil walau di harga tertinggi, ya harusnya sabar ngantri lah bu. Kemudian mungkin dalam mengambil tidak melihat indikator ya jadi nya mengambil barang berdasarkan FA, bukan Fundamental Analysis tapi Feeling Analysis ya.

Apapun kesalahan yang telah terjadi it's ok kan kita semua lagi belajar ya nggak, jadi kesalahan adalah sah sah saja kok, wong saya saja masih banyak salah kok.

Coba lihat projeksi Fibonacci ternyata harga mencoba ke Fibo 50%, dan si Inge ini ngambil di 10.550 artinya sudah di Fibo 100% hehhe.... jadi sebaiknya lihat support resistance Fibo terlebih dahulu.

Lalu analisa indikator Stochastic dan ternyata masih aman karena tidak menunjukan sinyal jual, demikian pula untuk MACD sudah terjadi Golden Cross.

Jadi kesimpulannya menurut saya lho saham ITMG tadi para trader melakukan profit taking menjelang penutupan, saya melihat ada reversal candlestick dibawah jadi masih di daerah aman, kecuali jika besok harga jatuh dibawah Fibo 38,2 nah baru deh berpikir mau di apakan itu barang jika anda pemain day trading.

Pada chart ada kotak merah dan hijau, jika harga menyentuh kotak tersebut artinya cut loss dan jika masuk daerah hijau let the profit run.

Demikian sekelumit penjelasan cara menganalisa yang biasa saya lakukan, jadi harus ada patokan kapan jual dan kapan beli, atau gunakan cara lain yang mungkin lebih baik dari saya, share yang saya lakukan sekedar masukan buat ibu Inge dan Buat pak Regy dengan BUMI nya silahkan kutak katik ya.

Satu hal yang perlu diingat bahwa Analisa Teknikal bukanlah ilmu eksak seperti ilmu pasti tetapi suatu analisa berdasarkan history harga terdahulu dan bersifat subjektif, misalnya saja besok Wall Street kebakaran gedungnya ya pasti semua bursa dunia ambruk deh, ingat gak saat 911 semua bursa dunia meradang!
Semoga bermanfaat.

0 comments:

Post a Comment