Sebuah kisah tentang kemujuran dan kemalangan

Seperti biasanya menjelang weekend saya mengisi blog ini dengan sesuatu tulisan yang bukan tentang saham, tetapi tulisan tentang tips kesehatan, referensi buku atau apapun yang saya anggap berguna bagi para pembaca yang telah lelah selama lima hari melototi monitor, jadi yuk kita refreshing sejenak, biarlah saham yang sebelumnya saya analisa ternyata menjadi kenyataan IHSG anjlok cukup dalam yakni minus 4,08% pada posisi 1262, tapi lupakan itu semua dan nikmati liburan anda dengan pikiran dan jiwa yang tenang ok!

Hari ini saya akan membawakan suatu kisah tentang kemujuran dan kemalangan , saya harap kisah ini bisa sebagai bahan renungan bagi para trader, dalam menyikapi gejolak naik turunnya harga saham saham saat ini, jangan menganggap anda mujur atau anda sial , karena selama permainan belum selesai kita belum tahu apa yang terjadi pada saham saham yang anda miliki, simak baik baik kisah dibawah ini.

Pada dahulu kala di jaman kaisar Ming hiduplah seorang laki laki yang memiliki dua hal yang paling di cintainya di dunia ini. Yang pertama adalah putranya, dan yang kedua adalah seekor kuda jantan berwarna putih kebanggaannya. Suatu pagi, laki laki itu terbangun dan menyadari bahwa kuda kesayangannya telah hilang. Usaha pencarian telah dikerahkan, namun kuda itu tak juga ditemukan.

"Kau pasti merasa sedih" seorang tetangga berkata pada laki laki itu, ketika ia mendengar kabar tentang kuda putih kesayang tetangganya itu.

Namun sang lelaki tetap terlihat tenang " Semuanya belum berakhir" gumamnya pelan.

Keesoka harinya, ketika sang lelaki terbangun, ia tidak saja menemukan kuda putih kesayangannya telah kembali, ia juga melihat beberapa kuda jantan lainnya yang sangat bagus. Ketika mendengar kabar ini, tetangganya berkata, "Kau pasti sangat gembira, kuda putihmu telah kembali dan bahkan membawa beberapa ekor kuda lainnya yang sangat bagus, itu merupakan kebahagian yang berlipat ganda".

Namun sang lelaki tetap terlihat tenang dan berkata " Semuanya belum berakhir".

Keesokan harinya , putra sang lelaki terjatuh dan kakinya patah ketika sedang menunggang salah satu kuda. Ketika melihat putra sang lelaki yang sedang merintih kesakitan, dibawanya kembali kerumah, si tetangga berkata " Betapa mengerikannya kecelakaan itu, kau pasti sangat menderita karena melihat putramu yang malang itu kesakitan dan kuda yang kau dapatkan kemarin ternyata membawa sial" dengan sinis tetangganya berkata sambil meninggalkannya.

Namun sang lelaki tetap tenang dan berkata " Semuanya belum berakhir".

Keesokan harinya, para tentara kaisar Ming datang kedesa untuk membawa semua pemuda yang sehat kemedan perang, ketika mereka melihat putra sang lelaki terbaring sakit, dengan kaki yang patah, para tentara pergi dan tak membawanya. Si tetangga terkejut dan berkata , "betapa beruntungnya dirimu, semua pemuda harus pergi kemedan perang, kecuali putramu".

Namun sang lelaki sekali lagi hanya mengangkat bahu sambil berkata , " Semuanya belum berakhir"

Kisah ini merupakan perumpaan dalam hidup kita bahwa kemalangan dan kemujuran tidak kita ketahui dengan pasti , selama kita masih hidup didunia ini bukan? Ya segalanya akan berubah, demikian juga masa eforia kenaikan saham pada tahun tahun lalu telah berubah menjadi malapetaka, namun ingat masa ini bisa juga di katakan masa mengkoleksi saham saham yang bagus, karena abis gelap pasti suatu saat terbitlah terang, dan jika suatu saat anda mendapatkan keuntungan besar gara gara membeli murah saham saham pada saat ini pasti anda akan berkata "untung ada masa gelap ini", jadi semuanya tergantung mind set anda menyikapi situasi yang sedang terjadi!
Ingat filisofi yang saya pegang nih "Tidak ada sesuatu yang abadi didunia ini, kecuali ketidak abadian itu sendiri" betul gak? betul aja deh, buktinya tembok Berlin aja jebol juga tuh, jadi siap siap deh jika suatu saat masa gelap ini berakhir dan anda bisa tersenyum kembali ... "Semunya belum berakhir"

Semoga tulisan ini membawa pencerahan .... Happy weekend!

0 comments:

Post a Comment