Apakah IHSG akan ke 1400?
IHSG BEI terbesar dipengaruhi oleh saham komoditi,perbankan dan telekomunikasi. Saham BUMI adalah salah satunya, lalu BBCA, TLKM, ISAT. Dilihat apa yang sedang terjadi pada keuangan global adalah bangkrutnya Raksasa Finansial Amerika Lehman Brothers, kemudian Merrill Lynch siap diakuisisi Bank of Amerika, dan kita tidak tahu siap selanjutnya, nah ini baru dari segi keuangan dunia.
Pada perdagangan Senin(15/9) harga minyak turun 4 dollar menjadi dibawah 97 dollar, seiring dengan gunjang ganjing pasar finansial Amerika. Kekalutan yang sedang terjadi pada pasar uang membuat para investor memperkirakan akan terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia, dengan alasan tersebut para investor meninggalkan komoditas minyak.
Apa dampak bagi Indonesia? Kita ketahui saham pertambangan berjaya saat harga minyak dunia naik sangat tinggi saat itu dan juga pada tahun 2007 keuangan global juga dalam keadaan baik, sehingga pertumbuhan ekonomi dunia menguntungkan kita yang kaya akan pertambangan dan komoditi. Sebaliknya jika harga minyak dunia turun dan terjadi perlambatan ekonomi, maka permintaan pertambangan dan komiditi kita drastis terpangkas , dan ini yang sedang terjadi di bursa kita. Pergerakan Bursa kita masih didominasi oleh saham saham yang saya sebutkan diatas , disamping perbankan dan telekomunikasi, dan sekarang coba bayangkan jika perbankan kita ikut batuk batuk , akibatnya index kita akan terpuruk lagi.
Kapan reda gunjang ganjing ini? kapan bearish akan berakhir? Tidak ada seorang pun yang tahu, tidak ada seorangpun berpikir Lehman Brother akan bangkrut, atau akan ada kejutan yang lain? Namun berdasarkan apa yang pernah terjadi pada th 1990 index terpuruk hingga 50% selanjutnya empat hingga enam bulan akan stagnan, dan baru pulih sesudah itu seperti yang dikutip dari Goei.
Jadi akankah index kita ke 1400? Mari kita ikuti bersama dan apapun yang akan terjadi minimal anda tahu langkah apa yang akan anda ambil untuk saat ini, jangan terjebak mengangggap harga sudah terdiskon sangat banyak, sedangkan harga saham masih meluncur kebawah karena masih bearish. Semoga bermanfaat.
Pada perdagangan Senin(15/9) harga minyak turun 4 dollar menjadi dibawah 97 dollar, seiring dengan gunjang ganjing pasar finansial Amerika. Kekalutan yang sedang terjadi pada pasar uang membuat para investor memperkirakan akan terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia, dengan alasan tersebut para investor meninggalkan komoditas minyak.
Apa dampak bagi Indonesia? Kita ketahui saham pertambangan berjaya saat harga minyak dunia naik sangat tinggi saat itu dan juga pada tahun 2007 keuangan global juga dalam keadaan baik, sehingga pertumbuhan ekonomi dunia menguntungkan kita yang kaya akan pertambangan dan komoditi. Sebaliknya jika harga minyak dunia turun dan terjadi perlambatan ekonomi, maka permintaan pertambangan dan komiditi kita drastis terpangkas , dan ini yang sedang terjadi di bursa kita. Pergerakan Bursa kita masih didominasi oleh saham saham yang saya sebutkan diatas , disamping perbankan dan telekomunikasi, dan sekarang coba bayangkan jika perbankan kita ikut batuk batuk , akibatnya index kita akan terpuruk lagi.
Kapan reda gunjang ganjing ini? kapan bearish akan berakhir? Tidak ada seorang pun yang tahu, tidak ada seorangpun berpikir Lehman Brother akan bangkrut, atau akan ada kejutan yang lain? Namun berdasarkan apa yang pernah terjadi pada th 1990 index terpuruk hingga 50% selanjutnya empat hingga enam bulan akan stagnan, dan baru pulih sesudah itu seperti yang dikutip dari Goei.
Jadi akankah index kita ke 1400? Mari kita ikuti bersama dan apapun yang akan terjadi minimal anda tahu langkah apa yang akan anda ambil untuk saat ini, jangan terjebak mengangggap harga sudah terdiskon sangat banyak, sedangkan harga saham masih meluncur kebawah karena masih bearish. Semoga bermanfaat.

0 comments:
Post a Comment